Site Network: Home | KiosPulsa | JC-Voucher | Haynitronik

Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdirrahman Mu'adz bin Jabal rodhiallohu 'anhu, bahwa Rosululloh sholallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda, "Bertakwalah kamu kepada Alloh di mana pun kamu berada, iringilah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya dan pergaulilah semua manusia dengan budi pekerti yang baik." (HR Tirmidzi. Ia berkata, "Hadits ini hasan. Dalam naskah lainnya dikatakan, hadits ini hasan shohih)

Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani)

Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan. (HR. Tirmidzi)

Orang yang Merugi

Rasulullah Saw menaiki mimbar (untuk berkhotbah). Menginjak anak tangga (tingkat) pertama beliau mengucapkan, "Aamin", begitu pula pada anak tangga kedua dan ketiga. Seusai shalat para sahabat bertanya, "Mengapa Rasulullah mengucapkan "Aamin"? Beliau lalu menjawab, "Malaikat Jibril datang dan berkata, "Kecewa dan merugi seorang yang bila namamu disebut dan dia tidak mengucap shalawat atasmu" lalu aku berucap "Aamin." Kemudian malaikat berkata lagi, "Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup bersama kedua orang tuanya tetapi dia tidak sampai bisa masuk surga." Lalu aku mengucapkan "aamin". Kemudian katanya lagi, "Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan (hidup) pada bulan Ramadhan tetapi tidak terampuni dosa-dosanya." Lalu aku mengucapkan "Aamin." (HR. Ahmad)

Sesungguhnya Allah melindungi hambaNya yang mukmin dari godaan dunia dan Allah juga menyayanginya sebagaimana kamu melindungi orangmu yang sakit dan mencegahnya dari makanan serta minuman yang kamu takuti akan mengganggu kesehatannya. (HR. Al Hakim dan Ahmad)

Sesungguhnya Allah merentangkan tanganNya pada malam hari memberi kesempatan taubat bagi pelaku kesalahan pada siang hari dan merentangkan tanganNya pada siang hari memberi kesempatan taubat bagi pelaku kesalahan pada malam hari, sampai kelak matahari terbit dari Barat (hari kiamat). (HR. Muslim)

Hati

Ibnu al-Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitabnya Bada'i
al-Fawa'id [3/743], "Tatkala mata telah mengalami kekeringan
disebabkan tidak pernah menangis karena takut kepada Allah ta'ala,
maka ketahuilah bahwa sesungguhnya keringnya mata itu adalah bersumber
dari kerasnya hati. Hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang
keras."

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar
terlindung dari hati yang tidak khusyu', sebagaimana terdapat dalam
hadits, "Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak
bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu', dari hawa nafsu yang tidak
pernah merasa kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan." (HR.
Muslim [2722]).