Site Network: Home | KiosPulsa | JC-Voucher | Haynitronik

Hikmah Hadits

Hadis Al-Arba'in

Dari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Al-Ansari Ra., ia berkata, Nabi Saw. bersabda, "Sesungguhnya di antara yang didapatkan manusia dari perkataan (yang disepakati) para Nabi As. adalah jika kamu tidak malu, berbuatlah sesukamu."

(HR Bukhari). (Syaikh Salih Alu Syaikh, Syarhu'l Arba'ina An-Nawawiyyah, 1431 H/2010 M: 81, 56-57).

Amalan Dhuha

Sholat Dhuha



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: " أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ، صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلَاةِ الضُّحَى، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ "

Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, "Kekasihku (Rasulullah Saw.) berwasiat kepadaku dengan tiga hal, sungguh aku tidak akan meninggalkannya hingga aku mati, berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dan shalat witir sebelum tidur." (Bukhari, 1178 / Jawami'ul Kalim, 1113)
Amalan

عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ: " فِي الإِنْسَانِ ثَلاثُ مِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلا، عَلَى كُلِّ مَفْصِلٍ صَدَقَةٌ "، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ؟ قَالَ: " تُنَحِّي الأَذَى، وَإِلا فَرَكْعَتَيِ الضُّحَى "

Abdullah bin Buraidah berkata, dari ayahnya, ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Dalam diri manusia ada tiga ratus enampuluh persendian, setiap sendi harus disedekahi." Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah! Bagaimana dengan orang yang tidak mampu untuk itu?. Beliau bersabda, "Singkirkan penghalang, dan jika tidak ada maka sholatlah dua rakaat dhuha." (Ibnu Hibban, 2540 / Jawami'ul Kalim, 2602)
Ringkasan Amalan:

- Melaksanakan dua rakaat dhuha di waktu dhuha

Doa Hari Ini

Rabban± l± taj'aln± fitnatal lil-la©³na kafarµ wagfir lan± rabban±, innaka antal-'az³zul-¥ak³m(u)

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."
(QS: Al-Mumtahanah, 60:5)

Renungan pagi

🔷 Bila "Shubuh" utuh,
🔷 Pagi pun tumbuh,
🔷 Hati terasa teduh,
🔷 Pribadi tdk angkuh,
🔷 Keluarga tdk keruh,
🔷 Maka damai berlabuh..

🔷 Bila "Dhuhur" teratur,
🔷 Diri jadi jujur,
🔷 Hati tdk kufur,
🔷 Jiwa selalu bersyukur,
🔷 Amal ibadah tdk udzur,
🔷 Keluarga akur,
🔷 Maka Pribadi jadi makmur..

🔷 Bila "Ashar" kelar,
🔷 Jiwa jadi sabar,
🔷 Raga jadi tegar,
🔷 Senyum pun menyebar,
🔷 InsyaAllah rezeki lancar...

🔷 Bila "Maghrib" tertib,
🔷 Ngaji menjadi wajib,
🔷 Wirid jadi karib,
🔷 Jauh dari aib,
🔷 InsyaAllah syafaat tdk raib...

🔷 Bila "Isya" terjaga,
🔷 Malam bercahaya,
🔷 Hati damai sejahtera,
🔷 InsyaAllah hidup pun bahagia.

Ikhlas itu..


🔷 🔷 IKHLAS ITU 🔷 🔷
menentukan diterima atau tidak diterimanya aktivitas kita sebagai ibadah,
Karenanya pastikan ia senantiasa menyertai setiap aktivitas kita

🔸Ikhlas itu….
Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.
🔸 Ikhlas itu…
Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.
🔸 Ikhlas itu…
Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.
🔸 Ikhlas itu…
Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.
🔸 Ikhlas itu…
Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.
🔸 Ikhlas itu…
ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisimu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.
🔸 Ikhlas itu..
ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.
🔸 Ikhlas itu…
ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.
🔸 Ikhlas itu…
ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika ketinggalan mendorongmu mempercepat kecepatan.
🔸 Ikhlas itu…
ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.
🔸 Ikhlas itu…
ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan
jiwa besar, ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta.
🔸 Ikhlas itu….
Gampang diucapkan, sulit diterapkan…..
namun tidak mustahil diusahakan….
🔸 Ikhlas itu...
Seperti surat Al Ikhlas..
Tak ada kata ikhlas di dalamnya...

Semoga Bermanfaat

» إِنَّ الْقُلُوبَ تَصْدَأُ كَمَا يَصْدَأُ الْحَدِيدُ، قِيْلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا جَلَاؤُهَا ؟ قَالَ: تِلَاوَةُ الْقُرْآنِ وَذِكْرُ الْمَوْتِ «

"Sesungguhnya hati (manusia) dapat berkarat sebagaimana berkaratnya besi." Ditanyakan (oleh sahabat), "Ya Rasulullah apa obat hati yang berkarat itu?." Beliau menjawab, "Membaca al Qur'an dan mengingat kematian." (HR. Baihaqi dalam syu'abil iman).

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid.
Sebab banyak orang kaya raya tidak sanggup mengerjakannya, jangankan sehari lima waktu,
bahkan banyak pula yang seminggu sekali pun terlupa.
Tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah kesana.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid .
Karena orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu menemukannya.
Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitas Eropa juga Amerika..
Dapat melangkahkan kaki ke Jepang, Australia dan Korea dengan semangat yang membara.
Namun ke mesjid tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitel S3.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid.
Karena para pemuda kuat dan bertubuh sehat yang mampu menaklukkan puncak gunung Bromo dan Merapi pun sering mengeluh ketika diajak ke mesjid.
Alasan mereka pun beragam, ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berucap tidak nyaman dicap alim.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid.
Maka berbahagialah anak2 kita....
bila dari kecil mrk telah terbiasa melangkahkan kaki di mesjid.
Karena bagi kita, sejauh manapun ananda kita melangkahkan kaki,
tidak ada perjalanan yang paling kita banggakan
selain perjalanan mrk ke mesjid.
.
Biar kuberi tahu rahasia kepadamu,
sejatinya perjalananmu ke mesjid adalah perjalanan untuk menjumpai Rabbmu.
dan itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabi, serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabbnya.

Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke mesjid.
Maka lakukanlah walau engkau harus merangkak dalam gelap shubuh demi mengenal Rabbmu....